topbella

Senin, 07 Maret 2011

BERSIH LINGKUNGANKU LESTARI ALAMKU

KONDISI LINGKUNGAN YANG SEMAKIN BURUK

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus pencemaran lingkungan dan bencana alam. Hal-hal tersebut terjadi dikarenakan oleh aktivitas manusia yang seringkali kurang memperhatikan dan mempedulikan kondisi alam. Dengan mudahnya, kita merusak kekayaan alam serta mencemari lingkungan yang seharusnya kita jaga. Hal ini menyebabkan kondisi lingkungan yang semakin buruk.

Kecerdasan manusia dalam berpikir demi kemajuan teknologi bukannya mengurangi tingkat kerusakan lingkungan, namun malah semakin memperparah kerusakan lingkungan. Salah satu contoh, pabrik yang didirikan di sekitar sungai. Bila kita perhatikan, system dan mesin produksi yang digunakan tentunya sudah semakin canggih. Namun, limbah yang dihasilkan tetap dibuang ke sungai, yang akhirnya menjadikan pencemaran air. Semakin parahlah kondisi sungai kita.

Contoh di atas belum mewakili seluruh kondisi lingkungan yang semakin buruk. Masih ada masalah polusi udara dan polusi tanah, serta masalah penyebaran wabah penyakit yang masih belum terselesaikan. Maka, sebagai generasi muda, sudah seharusnya kita turut menjaga lingkungan kita dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana dan mudah dilakukan, namun tepat sasaran.

Sekarang, sebelum kita mulai terjun ke lapangan untuk memulai program pelestarian lingkungan, ada baiknya untuk mengamati dan mempelajari terlebih dahulu tentang lingkungan yang kini kian bertambah parah.

Pertama, masalah yang sering dihadapi di sekitar kita ialah pencemaran. Masalah yang satu ini memang seperti tak ada habisnya. Pencemaran itu sendiri dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Pencemaran Air

2. Pencemaran Udara

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran yang akan kita bahas pertama ialah pencemaran air. Dari contoh di atas, dapat kita amati bahwa masalah ini bukanlah masalah ringan. Apabila terus menerus dibiarkan, pencemaran air akan semakin sering ditemui. Sebagai siswa, seperti yang sudah dijabarkan di atas, kita dapat melakukan hal yang mudah dan sederhana.

Contoh pertama, mulai sekarang kita harus membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya dan bukannya di sungai. Kalau kita terus menerus membuang sampah di sungai, sampah-sampah tersebut bisa tertahan di hulu sungai yang akhirnya menyumbat aliran air dari sungai menuju muara. Kalau terjadi seperti itu, air tidak dapat mengalir, dan apabila hujan turun begitu derasnya, peluang terjadinya banjir semakin besar, dikarenakan oleh air sungai yang meluap.

Contoh kedua, hal yang bisa kita lakukan di lingkungan keluarga adalah dengan cara tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai, karena dapat mengganggu kelangsungan ekosistem di sungai.

Beralih ke masalah pencemaran udara. Masalah yang satu ini juga cukup sulit ditangani, karena semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor. Untuk mengurangi pencemaran udara, kita dapat memulai dari diri kita sendiri. Contohnya, meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi dengan cara menggantinya dengan kendaraan umum. Atau, menggunakan transportasi sepeda. Selain mengurangi pencemaran udara, menggunakan sepeda juga dapat menyehatkan tubuh kita. Maka, ada dua keuntungan yang kita dapatkan dari bersepeda.

Nah, pencemaran terakhir adalah pencemaran tanah. Pencemaran tanah dapat terjadi apabila sampah dibuang langsung ke tanah. Maka, langkah yang seharusnya kita ambil adalah, biasakan untuk membuang sampah ke tempat sampah, setelah itu barulah truk sampah akan mengangkut sampah-sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

Beralih ke masalah selanjutnya, yakni penebangan hutan liar. Ini adalah salah satu masalah yang sangat memprihatinkan, terutama bagi Indonesia. Karena, hutan di berbagai pulau di Indonesia sudah mulai gundul. Apabila kita amati dari udara, akan terlihat seperti apa wajah hutan-hutan Indonesia kini. Hutan yang dulu rimbun dan hijau, kini berganti padang gersang dan pepohonan yang jarang.

Penebangan hutan liar menyebabkan dampak yang sangat buruk, bukan hanya bagi daerah di sekitarnya, namun juga bagi masyarakat dunia. Mengapa ? Karena, hutan adalah sumber oksigen dan penyerap karbon dioksida. Apabila jumlah pohon semakin sedikit, bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan oksigen kita dan mengurangi kadar karbon dioksida?

Tentunya kita tidak ingin hutan kita bertambah parah keadaannya dan terjadilah global warming yang sekarang mulai meresahkan kita. Masalah ini memang sangat sulit diatasi, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan pohon adalah :

A ) melakukan reboisasi

B ) melakukan tebang pilih

0 komentar:

Posting Komentar

BERSIH LINGKUNGANKU LESTARI ALAMKU

KONDISI LINGKUNGAN YANG SEMAKIN BURUK

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus pencemaran lingkungan dan bencana alam. Hal-hal tersebut terjadi dikarenakan oleh aktivitas manusia yang seringkali kurang memperhatikan dan mempedulikan kondisi alam. Dengan mudahnya, kita merusak kekayaan alam serta mencemari lingkungan yang seharusnya kita jaga. Hal ini menyebabkan kondisi lingkungan yang semakin buruk.

Kecerdasan manusia dalam berpikir demi kemajuan teknologi bukannya mengurangi tingkat kerusakan lingkungan, namun malah semakin memperparah kerusakan lingkungan. Salah satu contoh, pabrik yang didirikan di sekitar sungai. Bila kita perhatikan, system dan mesin produksi yang digunakan tentunya sudah semakin canggih. Namun, limbah yang dihasilkan tetap dibuang ke sungai, yang akhirnya menjadikan pencemaran air. Semakin parahlah kondisi sungai kita.

Contoh di atas belum mewakili seluruh kondisi lingkungan yang semakin buruk. Masih ada masalah polusi udara dan polusi tanah, serta masalah penyebaran wabah penyakit yang masih belum terselesaikan. Maka, sebagai generasi muda, sudah seharusnya kita turut menjaga lingkungan kita dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana dan mudah dilakukan, namun tepat sasaran.

Sekarang, sebelum kita mulai terjun ke lapangan untuk memulai program pelestarian lingkungan, ada baiknya untuk mengamati dan mempelajari terlebih dahulu tentang lingkungan yang kini kian bertambah parah.

Pertama, masalah yang sering dihadapi di sekitar kita ialah pencemaran. Masalah yang satu ini memang seperti tak ada habisnya. Pencemaran itu sendiri dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Pencemaran Air

2. Pencemaran Udara

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran yang akan kita bahas pertama ialah pencemaran air. Dari contoh di atas, dapat kita amati bahwa masalah ini bukanlah masalah ringan. Apabila terus menerus dibiarkan, pencemaran air akan semakin sering ditemui. Sebagai siswa, seperti yang sudah dijabarkan di atas, kita dapat melakukan hal yang mudah dan sederhana.

Contoh pertama, mulai sekarang kita harus membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya dan bukannya di sungai. Kalau kita terus menerus membuang sampah di sungai, sampah-sampah tersebut bisa tertahan di hulu sungai yang akhirnya menyumbat aliran air dari sungai menuju muara. Kalau terjadi seperti itu, air tidak dapat mengalir, dan apabila hujan turun begitu derasnya, peluang terjadinya banjir semakin besar, dikarenakan oleh air sungai yang meluap.

Contoh kedua, hal yang bisa kita lakukan di lingkungan keluarga adalah dengan cara tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai, karena dapat mengganggu kelangsungan ekosistem di sungai.

Beralih ke masalah pencemaran udara. Masalah yang satu ini juga cukup sulit ditangani, karena semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor. Untuk mengurangi pencemaran udara, kita dapat memulai dari diri kita sendiri. Contohnya, meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi dengan cara menggantinya dengan kendaraan umum. Atau, menggunakan transportasi sepeda. Selain mengurangi pencemaran udara, menggunakan sepeda juga dapat menyehatkan tubuh kita. Maka, ada dua keuntungan yang kita dapatkan dari bersepeda.

Nah, pencemaran terakhir adalah pencemaran tanah. Pencemaran tanah dapat terjadi apabila sampah dibuang langsung ke tanah. Maka, langkah yang seharusnya kita ambil adalah, biasakan untuk membuang sampah ke tempat sampah, setelah itu barulah truk sampah akan mengangkut sampah-sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

Beralih ke masalah selanjutnya, yakni penebangan hutan liar. Ini adalah salah satu masalah yang sangat memprihatinkan, terutama bagi Indonesia. Karena, hutan di berbagai pulau di Indonesia sudah mulai gundul. Apabila kita amati dari udara, akan terlihat seperti apa wajah hutan-hutan Indonesia kini. Hutan yang dulu rimbun dan hijau, kini berganti padang gersang dan pepohonan yang jarang.

Penebangan hutan liar menyebabkan dampak yang sangat buruk, bukan hanya bagi daerah di sekitarnya, namun juga bagi masyarakat dunia. Mengapa ? Karena, hutan adalah sumber oksigen dan penyerap karbon dioksida. Apabila jumlah pohon semakin sedikit, bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan oksigen kita dan mengurangi kadar karbon dioksida?

Tentunya kita tidak ingin hutan kita bertambah parah keadaannya dan terjadilah global warming yang sekarang mulai meresahkan kita. Masalah ini memang sangat sulit diatasi, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan pohon adalah :

A ) melakukan reboisasi

B ) melakukan tebang pilih

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Ayu Kusumaning Dewi
halooo... let us being friend ;) gue humoris, gue juga friendly, ga gampang tersinggung, asik, pokoknya asik lah gaul sama gue :D
Lihat profil lengkapku
 
A.K.D© DiseƱado por: Compartidisimo